Senin, 20 Juni 2016

RPP Kelas V Materi Layang-layang Metode Discovery Learning

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah           : SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon
Kelas/Semester          : V/I
Mata Pelajaran          : Matematika
Pertemuan Ke           : 2
Alokasi Waktu           : 2 x 35 menit

A.    Standar Kompetensi (SK)
3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
B.     Kompetensi Dasar (KD)
3.1 Menghitung luas trapesium dan layang-layang
C.    Indikator
3.1.1Menemukan rumus luas layang-layang
3.1.2 Menghitung luas layang-layang
D.    Tujuan Pembelajaran
Setelah mendengar penjelasan guru, siswa dapat:
1.      Menemukan rumus luas layang-layang
2.      Menghitung luas layang-layang
E.     Karakter siswa yang diharapkan:  Disiplin (disipline),
Rasa hormat dan perhatian (respect)
Tekun (diligence) dan tanggung jawab (responsibility)
F.     Materi Pembelajaran
1.      Layang-layang
G.    Metode Pembelajaran
1.      Tanya jawab, Ceramah, Penugasan, dan Discovery Learning
H.    Langkah-langkah Pembelajaran
Fase  pembelajaran penemuan (discovery learning)
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
Alokasi waktu/menit

Kegiatan Awal
3

Kegiatan Persiapan
1.       Memberi salam
1.    Membalas salam dan menjawab hadir/tidak hadir
3

2.       Mengambil absen

3.       Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa

4.       Merumuskan tujuan pembelajaran

5.       Menyiapkan materi pembelajaran (problem yang akan dipecahkan)

6.       Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Kegiatan Pelaksanaan Penemuan
Kegiatan Pembukaan
3

1.       Mengajak siswa untuk menyanyikan lagu bermain layang-layang bersama-sama
1.    Menyanyikan lagu bermain layang-layang
3

2.       Memotivasi siswa tentang pentingnya menjadi seorang penemu dengan agar siswa termotivasi


3.       Menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagikan bahan ajar kepada siswa

Kegiatan Inti
32

1.       Mengemukakan  masalah yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan

1

2.       Meminta siswa untuk duduk berkelompok yang terdiri dari 4 kelompok
3. Duduk dalam kelompok
2

3.       Memberikan media pembelajaran dan LKS kepada siswa untuk digunakan dalam proses penemuan rumus
4.Menerima alat dan bahan, serta LKS yang diberikan guru
1

4.       Memberikan petunjuk dan bimbingan  tentang cara pelaksanaan penemuan kepada siswa untuk menemukan rumus layang-layang digunakan rumus luas segitiga
5.Mendengar pengarahan guru dan bertanya jika ada hal-hal yang belum dipahami
4

5.       Memberikan kesempatan kepada siswa berdiskusi menemukan rumus luas layang-layang
6.Berdiskusi  untuk menemukan rumus luas layang-layang

18

Kegiatan Pelaksanaan Penemuan


6.       Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa



7.       Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan

8.       Memberikan kesempatan kepada siswa melaporkan hasil temuannya di depan kelas
9.Mempresentasikan hasil penemuan di depan kelas

Kegiatan Penutup
32


1.       Membimbing siswa membuat rangkuman dan kesimpulan dari hasil temuan
1.    Membuat rangkuman dan kesimpulan hasil temuan


2.       Membagikan soal tes akhir siklus
2.Menyelesaikan soal tes akhir siklus


I.       Media dan Sumber Belajar
1.      Media
a.       Gambar bangun datar layang-layang
b.      Gunting, lem, ketas flow chart, katron manila, spidol/pulpen/pensil
2.      Sumber Belajar
a.       Bahan ajar dan LKS

J.      Penilaian
a.       Jenis Tes        : Tertulis
b.      Bentuk Tes    : Uraian
Mengetahui
Kepala Sekolah


……………………………
NIP.
Ambon, ……………..2015                                      
Guru Mapel Matematika


…………………………..
NIP.


Sabtu, 11 Juni 2016

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)



Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Penerapannya di Kelas

Numbered Head Together (NHT) atau disebut kepala bernomor dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1993 ( Lie, 2008: 58). Dalam implementasinya guru memberi tugas, siswa berdiskusi untuk menyelesaikan tugasnya, kemudian guru menunjuk salah satu nomor, siswa bernomor yang berhak menjawab. Tujuannya untuk mencegah dominasi siswa tertentu.
Menurut Muslimin (200: 65), Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu (untuk tiap kelompok sama tetapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiap siswa dengan nomor yang sama mendapat tugas yang sama). Kemudian bekerja dalam kelompok, presentasi kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai dengan tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas.
Sejalan dengan itu, Kagan (Foster: 2008) mengemukakan bahwa Numbered Head Together (NHT) merupakan suatu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan struktur sederhana dan terdiri atas 4 tahap yang digunakan untuk merivew fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi siswa. Selanjutnya menurut Lie (2002: 59), model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) atau kepala bernomor adalah suatu tipe dari pengajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.
Numbered Head Together (NHT) adalah model pembelajaran yang menuntut keseriusan siswa dalam belajar, karena pada pelaksanaannya guru akan melakukan evaluasi secara acak pada siswa dengan memilih nomor yang telah diberikan sebelumnya. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagan (Ibrahim, 2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Trianto (2007: 62) berpendapat, Numbered Head Together (NHT) adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif struktur kelas tradisional. Pembelajaran dengan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) diawali dengan penomoran.
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah suatu model pembelajaran yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya sehingga tidak ada pemisahan antara siswa satu dengan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk saling member dan menerima antara satu dengan yang lain.
C.  Langkah-langkah model Numbered Head Together (NHT)
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merujuk pada konsep Kagan (Ibrahim,2000; 29) dengan 3 langkah, sebagai berikut.
1.    Pembentukan kelompok
2.    Diskusi masalah
3.    Tukar jawaban antar kelompok
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29) menjadi 6 langkah sebagai berikut.
1.    Persiapan
Guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)
2.    Pembentukan kelompok
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4 - 5 siswa. Guru member nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan memberi nama kelompok yang berbeda.
3.    Tiap kelompok harus memiliki bahan ajar/ buku panduan
Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki bahan ajar/ buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru.
4.    Diskusi masalah
Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok, setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah diberikan guru.
5.    Memanggil nomor anggota/pemberian jawaban
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa yang lain di kelas.
6.    Memberi kesimpulan
Guru bersama dengan siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan langkah-langkah yang dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29).
D.  Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)
Selain memiliki langkah-langkah pembelajaran, model pembelajaran manapun pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut ini merupakan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
1.    Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) menurut Krismanto (2003: 63) sebagai berikut.
a.    Melatih siswa untuk dapat bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain
b.    Melatih siswa untuk bisa menjadi tutor sebaya
c.    Memupuk rasa kebersamaan
d.   Membuat siswa menjadi terbiasa dengan perbedaan.
2.    Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipa Numbered Head Together (NHT) menurut Krismanto (2003: 65) sebagai berikut.
a.    Siswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan
b.    Guru harus bisa memfasilitasi siswa
c.    Tidak semua mendapat giliran.