Senin, 23 November 2015

7 Gambar Sunset Terindah

Sunset adalah Peristiwa dimana matahari mulai tenggelam pada horizon bumi bagian barat. Inilah gambar-gambar sunset paling indah. Pasti setuju deh... ^_^

sunset ambon
sunset indah
sunset pantai
love sunset

Rabu, 28 Oktober 2015

Potensi wisata di Provinsi Maluku



Provinsi Maluku & Potensi Wisata

Luas Wilayah Provinsi Maluku : 712.480 km2 . Terdiri dari Luas Daratan 54.185 km2 , sedangkan Luas Lautan 658.295 km2 . Wooowww lautannya lebih Luas berapa kali lipat ya?? Ayyooo tebak……!.
Jumlah Pulau di Provinsi Maluku : 1.412 Pulau wooww pantasan disebut daerah seribu pulau, dengan Garis Pantai mencapai 10.662 Km.
Jumlah Penduduk : 1.608.786 jiwa. 
Letak Astronomis Maluku2 derajat 30'- 9 derajat  LS dan 124 derajat  - 136 derajat BT
Pemeritahan : 9 Kabupaten dan 2 kota
Batas Geografis :
ü  Utara : Provinsi Maluku Utara
ü  Timur : Provinsi Papua Barat
ü  Selatan : Negara Timor Leste dan Negara Australia
ü  Barat : Provinsi Sulawesi Tenggara Dan Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Maluku dikenal sebagai “Daerah Seribu Pulau” memiliki potensi dan daya tarik wisata sangat besar terutama untuk pengembangan wisata bahari serta didukung oleh wisata sejarah, wisata budaya dan wisata alam. Potensi dan daya tarik wisata tersebut tersebar hamper merata di setiap daerah provinsi Maluku dan sangat potensial untuk dijadikan objek wisata yang dapat menarik wisata dari dalam dan luar negeri. Pengembangan pariwisata di Provinsi Maluku diarahkan antara lain wisata bahari, sejarah, budaya dan alam.
F Wisata Bahari
          Sebagai daerah kepulauan Provinsi Maluku memiliki potensi pengembangan wisata bahari yang sangat besar, terutama taman laut yang indah di mana hidup berbagai jenis spesies ikan yang beraneka warna, hewan laut, dan berbagai jenis karang indah seperti di wilayah Pulau Banda, MBD, Pulau Tiga dll. Provinsi Maluku juga memiliki pantai yang sangat beragam dan tak kalah menariknya dengan keindahan kehidupan bawah lautnya seperti : Pintu Kota (Seri), Pasir Panjang (Tual), Batu Layar (Jasira Leihitu), Pantai Ora, Pantai Natsepa, Pantai Namalatu (Latuhalat), Tanjung Allang dll. Berbagai objek wisata ini keberadaannya tersebar hampir di setiap daerah Provinsi Maluku.
Ora Beach
 Pasir Panjang Tual

F Wisata Sejarah
          Di Provinsi Maluku terdapat banyak bangunan tua dan situs peninggalan sejarah era penjajahan Belanda, Portugis, dan Jepang. Beberapa daerah di Provinsi Maluku juga menjadi tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia seperti kepulauan Banda sebagai tempat tahanan politik dan perjuangan kemerdekaan Indonesia di asingkan, dan rumah bekas mereka tempati dijadikan objek wisata. Objek wisata lainnya yang dapat dijumpai di provinsi Maluku yaitu Munumen Kapitan Pattimura, Benteng Victoria, Benteng Durstede (Saparua), Gong Perdamaian Dunia, Monumen Martha Christina Tiahahu, Monumen TRikora, Tugu Dolan, Museum Siwalima, Gereja Tua, Masjid Tua, dan Monumen Australia.
Gong Perdamaian
Pattimura Monumen
Benteng Duurstede


F Wisata Budaya
Potensi dan daya tarik wisata budaya yang terdapat di provinsi Maluku meliputi tradisi seni yang unik, upacara adat, dan pola hidup masyarakat tradisional, dapat dijadikan objek wisata budaya yang dapat menarik para wisatawan. Beberapa desa yang hidupnya masih tradisional seperti Desa Sepa (Kab Maluku Tengah), Suku Naulu (Pulau Seram), Tanimbar Kei, Tradisi Pukul Sapu di Desa Mamala-Morela, dan masih banyak lagi daerah-daerah yang mempunyai kebudayaan unik yang ada di Maluku.
Pukul Sapu Mamala-Morela
F Wisata Alam
Setiap daerah memiliki potensi wisata alam yang bergam dan prospektif untuk dikembangkan menjadi daya tarik objek wisata. Objek wisata alam yang terdapat di Maluku antara lain Air terjun (Ureng), Air Terjun Rumahkai (Rumahkai, Pulau Seram), Air Panas (Tulehu), Gunung Kerbau (MBD), Taman Nasional Manusela (Seram Utara), Tebing Sawai, Goa bawa Air dan Goa Ibu (Desa Sawai), Taman Bawah Laut (Banda), dll.
Gunung Kerbau


Sekian dulu dari beta, kalau ada teman-teman dari Maluku yang tahu daerah wisata yang belum ditulis di atas boleh komen dan beritahu daerah yang mempunyai potensi wisata di tempatmu. Nanti beta perbaharui lagi tulisan ini. Dangke semoga bermanfaat ^_^.
Sumber : Maluku Expo-BPMD Prov Maluku

Kamis, 22 Oktober 2015

Pengembangan Kurikulum Unit 4



Unit 4
Organisasi kurikulum


Salah satu hal yang penting dari kurikulum adalah organisasi kurikulum itu sendiri. Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka umum program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada murid (Nurgiyantoro, 1988:111). Menurut Nasution (1982:135), organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk bahan pelajaran yang disusun dan disampaikan kepada murid-murid. Struktur program dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu struktur horizontal dan struktur vertical. Struktur horizontal berkaitan dengan bagaimana bahan/mata pelajaran diorganisasikan /disusun dalam pola-pola tertentu.sedangkan struktur vertical berkaitan dengan sistem pelaksanaan kurikulum di sekolah.
Subunit 1
“struktur horizontal
Struktur Horizontal dalam kurikulum adalah suatu bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Terdapat 3 macam bentuk penyusunan kurikulum yaitu separate-subject-curriculum, correlated-curiculum dan integrated-curriculum.
·        separate-subject-curriculum
1.konsep dasar separate subject curriculum
Konsep ini merupakan bentuk kurikulum yang penyajian bahan pelajarannya dalam bentuk bidang studi atau mata pelajaran tertentu. Masing-masing mata pelajaran merupakan unit yang terpisah-pisah.

2. Kelebihan :
Ø Bahan pelajaran tersajikan secara logis dan sistematis
Ø Organisasi kurikulum sederhana serta mudah direncanakan dan dilaksanakan
Ø Kurikulum mudah dinilai
Ø Memudahkan guru sebagai pelaksana kurikulum
Ø Kurikulum ini juga dipakai di perguruan tinggi
Ø Kurikulum ini mudah diubah
3.Kelemahan :
Ø  Mata pelajaran terpisah-pisah
Ø  Kurang memperhatikan masalah kehidupan sehari-hari
Ø  Cenderung statistic dan ketinggalan zaman
Ø  Tujuan kurikulum sangat terbatas

·        Correlated-Subject Curriculum
1.     Konsep Dasar correlated Subject curriculum
Konsep ini merupakan bentuk kurikulum yang dikembangkan dengan semangat menata/mengelola keterhubungan antar berbagai mata pelajaran. Hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tidak mungkin kita membicarakan suatu mata pelajaran dengan tanpa sama sekali menyinggung mata pelajaran yang lain.
Upaya menghubungkan antar mata pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut :
a)      Menghubungkan secara incidental
b)      Menghubungkan secara lebih erat dan terencana
c)      Menghubungkan beberapa mata pelajaran dengan menghilangkan batas yang ada
2.  Kelebihan correlated curriculum
Ø  Mendukung keutuhan pengetahuan dan pengalaman belajar murid
Ø  Memungkinkan penerapan hasil belajar yang lebih fungsional
Ø  Meningkatkan minat belajar siswa
3.  Kelemahan correlated curriculum
Ø Kurikulum masih bersifat subject centered
Ø Kurang memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam
Ø Menuntut pendekatan interdisipliner
·        Integrated curriculum
1.     Konsep Dasar integrated curriculum
Konsep ini merupakan bentuk struktur program (kurikulum) yang menghilangkan batas-batas antarmata pelajaran. Semua mata pelajaran dilebur menjadi satu keseluruhan dalam bentuk unit. Oleh karena itu, kurikulum ini disebut juga sebagai kurikulum unit.
Karakteristik dari Integrated curriculum adalah :
a)      Merupakan kesatuan utuh bahan pelajaran
b)      Unit disusun berdasarkan kebutuhan anak didik
c)      Dalam unit, anak dihadapkan dengan berbagai situasi yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan pelajaran disekolah
d)     Mendorong anak dengan melandaskan pada teori-teori belajar
e)      Pelaksanaan unit memerlukan waktu yang lebih lama.
2.     Kelebihan Integrated curriculum
Ø  Segala hal yang dipelajari berkaitan erat satu sama lain
Ø  Belajar yang berdasarkan pada pengalaman, kematangan dan minat anak
Ø  Memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dan masyarakat
3.    Kelemahan Integrated curriculum
Ø  Tidak mempunyai organisasi yang logis dan sistematis
Ø  Para guru umumnya tidak disiapkan untuk menjalankan kurikulum dalam bentuk unit
Ø  Pelaksanaan unit sangat memerlukan waktu,peralatan dan sarana dan prasarana
Ø  Tidak memiliki standar hasil belajar yang jelas
Subunit 2
“Struktur vertical
Struktur vertical berhubungan dengan masalah sistem pelaksanaan kurikulum sekolah.

Pelaksanaan Kurikulum dengan/dan Tanpa Sistem Kelas
1)      Sistem Kelas
Pada sistem ini penerapan kurikulum dilaksanakan melalui kelas-kelas tertentu.jadi bahan materi yang diperuntukan pada setiap tingkat kelas berbeda-beda. Sistem kelas menuntut penjenjangan cakupan dan urutan setiap mata pelajaran berdasarkan pertimbanganlogis dan psikologis.

2)      Sistem Tanpa Kelas
pelaksanaan kurikulum ini tidak mengenal adanya tingkat kelas-kelas tertentu. Setiap siswa diberi kebebasan untuk berpindah program setiap waktu tanpa harus menunggu teman-temannya.hal ini terjadi bila siswa telah merasa mampu dan siap diuji tentang penguasaan materi yang harus diselesaikannyadalam setiap pgrogram.jadi siswa nisa memilih tingkat program sesuai dengan kemampuannya. Dengan melihat kemungkinan yang ditimbulkan oleh sistem ini ,tampaknya sulit untuk diterapkan di Indonesia yang umumnya menggunakan sistem kelas.

3)      Kombinasi Antara Sistem Kelas dan Tanpa Kelas
Dengan sistem ini anak yang memiliki tingkat kepandaian tertentu (tinggi)diberi kesempatan untuk terus maju, namun tidak berarti ia meninggalkan kelasnya sama sekali.sistem ini disebut sistem pengjaran modul. Dengan sistem modul anak yang memang mampu mempunyai kemungkinan dapat lebih dahulu menamatkan sekolah dibandingkanteman-temannya.

Sistem Unit Waktu
            Sistem ini dikenal dalam pelaksanaan pendidikan adalah sistem caturwulan dan sistem semester. Dalam  sistem caturwulan , waktu 1 tahun dibagi menjadi 3 unit waktu masing-masing 4 bulanan yaitu caturwulan I,II,dan III.setiap akhir caturwulan anak mendapatkan nilai hasil belajar (rapor). Sedangkan sistem semester, 1 tahun terdapat 2 unit waktu yaitu setiap 6 bulan,

Pengalokasian Waktu
            Pengalokasian waktu menyangkut jatah waktu untuk masing-masing mata pelajaran dan isi program tiap mata pelajaran tersebut pada tiap tingkat sekolah.
a.       Pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran
Pada dasarnya ada beberapa pertimbangan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran :
ü Besar kecilnya suatu mata pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan .
ü Keluasan , kompleksitas dan taraf kesulitan masing-masing mata pelajaran
ü Peranan mata pelajaran dalam penyiapan lulusan suatu sekolah sesuai dengan misinya.
b.      Pengalokasian waktu untuk pokok-pokok bahasan tiap mata pelajaran
Penentuan jumlah waktu dalam satu semester untuk setiap pokok bahasan juga mengalami masalah yang sama dengan pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran. Hal ini terjadi karena jam yang dialokasikan untuk setiap mata pelajaran terkait dengan ketersediaan waktu untuk menyampaikan keseluruhan pokok bahasan yang ada dalam mata pelajaran tersebut.

Subunit 3
Strategi pelaksanaan kurikulum
            Strategi Pelaksanan kurikulum adalah cara-cara yang harus ditempuh untuk melaksanakan suatu kurikulum sekolah,yang meliputi pelaksanaan pengajaran/pembelajaran, penilaian, bimbingan dan penyuluhan dan pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan.
Pelaksanaan Penganjaran
            Dalam interaksi pendidikan, pelaksanaan pengajaran merupakan hal yang sangat penting. Dari pelaksanaan pengajaran inilah hasil suatu proses pembelajaran dinilai berhasil atau tidak.strategi pelaksanan pengajaran umumnya dalam bentuk tatap muka dikelas yang dilakukan guru berdasarkan perencanaan pembelajaran yang disusun sebelumnya (RPP).strategi pengajaran lainnya adalah sistem modul dan paket belajar.

Pendekatan Keterampilan Proses
            Pedekatan ini menekankan terlaksananya komunikasi 2 arah dalam proses pembelajaran. Komunikasi 2 arah mengindikasikan adanya peran serta aktif pada diri guru dan murid. Pada keterampilan ini siswa didorong untuk mendapatka informasi, mengelolah, mempergunakan dan mengomunikasikannya.

Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler
            Dalam pelaksanaan pendidikan disekolah dikenal dengan adanya 3 kegiatan pokok yaitu kegiatan intrakurikuler,kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiganya merupakan satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan secara keseluruhan pada suatu sekolah.
Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan utama persekolahan yang dilakukan dengan menggunakan jatah waktu yang telah ditentukan dalam struktur program.kegiatan ini dilakukan guru dan siswa dalam jam-jam pelajaran tiap hari. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati meteri pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler dalam kelas. Kegiatan ini dilakukan secara individu atau kelompok.
Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan sebagai kegiatan yang diarahkan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengembangkan nilai-nilai atau sikap menerapkan secara lebih lanjut pengetahuan yang telah dipelajari dalam pelajaran program inti dan pilihan.kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan minat dan bakat siswa seperti kegiatan olahraga,penalran,seni dll.
Bimbingan Karier
            Bimbingan karier merupakan kegiatan bimbingan untuk membantu para siswa memahami dirinya sendiri,lingkungan dan masa depannya.pelaksanaan bimbingan dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.
Penilaian
            Penilaian dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai setelah berakhirnya kegiatan pembelajaran. Penilaian ini harus bersifat objektif, menyeluruh dan berkesinambungan. Dikaitkan dengan satuan meteri dan waktu pelaksanaan dalam penilaian dikenal dengan penilain formatif,subsumatif, dan sumatif.
Administrasi dan Supervisi Pendidikan
            Administrasi pendidikan berhubungan dengan pengaturan proses pembelajaran, peralatan pembelajaran, pemanfaatan dan pemeliharaan gedung, perlengkapan, keuangan dll. Supervise pendidikan merupakan bantuan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih baik.