Senin, 21 September 2015

Model Pembelajaran Scramble dan penerapannya di kelas



Model pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Peranan model pembelajaran yaitu sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan lebih bermakna. Kali ini model Scramble menjadi salah satu alternative yang perlu diterapkan oleh guru di sekolah.

MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE
1.       Pengertian Scramble
Shoimin (2014: 166) berpendapat bahwa Istilah Scramble berasal dari Bahasa Inggris yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti perbuatan pertarungan dan perjuangan. Scramble merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia. Scramble dipakai untuk jenis permainan anak – anak yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata. Sesuai dengan sifat jawabannya scramble terdiri ataas bermacam – macam bentuk yakni :
a.       Scramble kata, yakni sebuah permainan menyusun kata – kata dan huruf – huruf yang telah dikacaukan letaknya sehingga membentuk suatu kata tertentu yang bermakna, misalnya :
-       Tpeain = petani
-       Kberjae = bekerja
b.      Scramble kalimat, yakni sebuah permainan menyusun kalimat dari kata – kata acak. Bentuk kalimat hendaknya logis, bermakna, tepat, dan benar. Contohnya:
-    Pergi- aku-bus-ke-naik-Bandung = aku pergi ke Bandung naik bus
c.       Scramble wacana, yakni sebuah permainan menyusun wacana logis berdasarkan kalimat – kalimat acak. Hasil susunan wacana hendaknya logis dan bermakna.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa model scramble ini adalah model pembelajaran kelompok yang membutuhkan kreativitas serta kerja sama siswa dalam kelompok. Model ini memberikan sedikit sentuhan permainan dengan harapan dapat menarik perhatian siswa.

2.      Sintaks Model Scramble
Langkah-langkah Model Pembelajaran Scramble menurut Shoimin (2014) adalah sebagai berikut :
a.    Persiapan
Pada tahap ini guru menyiapkan bahan dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan berupa kartu soal dan kartu jawaban, yang sebalumnya jawaban telah diacak sedemikian rupa.
b.   Kegiatan inti
Kegiatan dalam tahap ini adalah setiap masing – masing kelompok melakukan diskusi untuk mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.
c.    Tindak lanjut
Kegiatan tindak lanjut tergantung dari hasil belaja siswa, contoh kegiatan tindak lanjut antara lain :
a)      Kegiatan pengayaan berupa pemberian tugas serupa dengan bahan   yang     berbeda.
b)      Kegiatan menyempurnakan susunan teks asli, jika terdapat susunan yang tidak memperlihatkan krlogisan.
c)      Kegiatan mengubah materi bacaan (memparafrase atau menyederhanakan bacaan).
d)     Mencari makna kosakata baru didalam kamus dan mengaplikasikan dalam pemakaian kalimat.
e)      Membetulkan kesalahan – kesalahan tata bahasa yang mungkin ditemukan dalam teks wacana latihan.
Satu hal yang penting dalam model ini, siswa tidak sekadar berlatih memahami dan menemukan susunan teks yang baik dan logis, tetapi juga dilatih untuk berfikir kritis  analitis.

3.      Kelebihan dan kekurangan model Scramble
Menurut Shoimin (2014) model pembelajaran Scramble mempunyai kelebihan dan kekurangan yaitu :
Ø  Kelebihan
a)      Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. Setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota mempunyai tujuan yang sama. Mereka harus berbagi tugas dan tanggung jawab, dikenai evaluasi, dan berbagi kepemimpinan. Selain itu, setiap anggota kelompok membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama dan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban sei cara individual tentang materi yang ditangani dalam krlompok kooperatif. Maka dari itu, dalam teknik ini setiap siswa tidak ada yang diam karena setiap individu diberi tanggung jawab akan keberhasilan kelompoknya.
b)      Model pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk saling belajar sambil bermain. Mereka dapat berkreasi sekaligus belajar dan berfikir, mempelajari sesuatu secara santai dan tidak membuat mereka stress atau tertekan.
c)      Selain membangkitkan kegembiraan dan melatih keterampilan tertentu metode scramble juga dapat memupuk rasa solidaritas dalam kelompok.
d)     Materi yang diberikan melalui salah satu metode permainan biasanya mengesankan dan sulit untuk dilupakan.
e)      Sifat kompotitif dalam metode ini dapat mendorong siswa berlomba – lomba untuk maju.
Ø  Kekurangan
a)      Pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya karena terbentur dengan kebiasaan kebiasaan siswa dalam belajar.
b)      Terkadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
c)      Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, pembelajaran ini akan sulit diimplementasikan guru.

4.   Manfaat Penggunaan Model Scramble
Ø  Bagi peserta didik :
a.    Peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengingat istilah yang sulit akan terkurangi bebannya.
b.   Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar.
c.    Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan bersosialisasi.
Ø  Bagi guru :
a.       Mendapat pengalaman langsung dalam pelaksanaan pembelajaran.
b.      Sebagai motivasi meningkatkan ketrampilan untuk memilih strategi pembelajaran yang bervariasi yang dapat memperbaiki system pembelajaran sehingga memberikan layanan yang terbaik bagi npeserta didik.
c.       Guru dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Nantikan model-model pembelajaran selanjutnya yang akan saya post... moge bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar