Jumat, 11 September 2015

Pengertian hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar



Hasil Belajar

1.   Pengertian hasil belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan proses dari seseorang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan control yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.
Menurut Benjamin (Mulyono, 2003: 38 ), ada tiga rana hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Romiszowski, hasil belajar merupakan keluaran dari suatu system pemrosesan masukan. Masukan dari system tersebut berupa bermacam-macam informasi sedangkan keluarannya adalah pembuatan atau kinerja. Menurut Keller, hasil belajar adalah prestasi actual yang ditampilkan oleh anak sedangkan usaha adalah perbuatan yang terarah pada penyelesaian tugas-tugas belajar. Ini berarti bahwa besarnya usaha adalah indicator dari adanya motivasi sedangkan hasil belajar dipengaruhi oleh besarnya usaha yang dilakukan oleh anak.
Menurut susanto (2013: 5), hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri siswa baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pengertian hasil belajar juga dipertegas menurut Nanawi (2007: 39), hasil belajar diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran di sekolah yang di nyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pembelajaran tertentu.
Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah belajar.  Hasil belajar merupakan kemampuan aktual yang dapat diatur dari penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai usaha individu mengenai apa yang dipelajarinya. Menurut Bundu (2006:12) menyebutkan bahwa hasil belajar adalah segenap perubahan tingkah laku yang terjadi pada siswa sebagai hasil mengikuti proses pembelajaran dan hasil belajar dinyatakan dengan skor yang diperoleh dari tes hasil belajar dan pengamatan kegiatan siswa.

Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar Menurut Nana Sudjana (dalam kunandar 2011 : 276) hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu berupa tes yang disusun secara terencana, baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan. Sedangkan S Nasution berpendapat bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu materi tertentu dari mata pelajaran yang berupa data kuantitatif  maupun kualitatif untuk melihat hasil belajar dilakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai suatu materi atau belum. Penilaian merupakan upaya sistematis yang dikembangkan oleh suatu intitusi pendidikan yang ditujukan untuk menjamin tercapainya kualitas proses pendidikan serta kualitas kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif), nilai ulangan tengah semester (subsumatif) dan nilai ulangan semester (sumatif).
Bloom menyatakan bahwa, tujuan belajar siswa diarahkan untuk mencapai ke-3 ranah (domain) ketiga ranah tersebut adalah ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam ranah kognitif, hasil belajar tersusun dalam 6 tingkatan, enam tingkatan tersebut adalah :
1.    Pengetauan / ingatan (mengingat, menghafal).
2.    Pemahaman (menginterprestasikan).
3.    Penerapan / aplikasi ( menggunakan konsep untuk memecahkan masalah).
4.    Sintesis (menggabungkan bagian – bagian konsep menjadi suatu konsep utuh).
5.    Analisis (menggambarkan suatu konsep).
6.    Evaluasi (membandingkan nilai – nilai, ide – ide, metode dan sebagainya).

Ada pun ranah afektif terdiri dari 5 tingkatan yakni :
1.    Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu).
2.    Merespons (aktif berpartisipasi).
3.    Penghargaan (menerima nilai – nilai, setia pada nilai – nilai tertentu).
4.    Pengorganisasian (menghubung – hubungkan nilai – nilai yang dipercayai).
5.    Pengalaman (menjadikan nilai – nilai sebagai bagian daru pada hidup).

Sedangkan ranah psikomotor terdiri dari 5 tingkatan yakni :
1.    Peniruan (menirukan gerak).
2.    Ragaan (menggunakan konsep untuk melakukan gerak).
3.    Ketepatan (melakukan gerak dengan benar).
4.    Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus).
5.    Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar)

2.   Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Menurut Wasliman (2007: 158), hasil belajar dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi anatara berbagai factor yang mempengaruhi baik factor internal maupun eksternal. Secara rinci uraian mengenai factor internal dan factor eksternal, sebagai berikut.
1.    Factor internal, merupakan factor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kempuan belajaranya. Meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan
2.    Factor eksternal, merupakan factor yang berasal dari luas diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaru terhadap hasil belajar siswa. Meliputi: pertengkaran orang tua, kurangnya perhatian orang tua, keadaan ekonomi dll.


1 komentar: